Senin, 27 April 2015

Proses Mencari Wangsit

Mencari Wangsit atau ide ide yang brilian memang susah ya termasuk dalam ide tulisan. Dalam tulisan wangsit sangat di perlukan. Menulis itu memang susah apalagi bagi saya yang masih pemula atau newbie..

 Wangsit oh kemanakah dirimu aku nyari kok belum ketemu ketemu. Akhirnya kucoba cari wangsit keluar dari kamarku dan beranjak naik motor bututku. greng greng greng ku gerungkan motor tapi ternyata motornya gak maju maju oh god. Oh kenapa gak maju mesin udah nyala dan ternyata giginya belum di injak. bodohnya diriku :'(.

Motor bututku terus melaju dengan sangat lambat berharap datang wangsit lewat. Berharap dapat ide di jalan eh bukannya dapat ide malah kehabisan bensin lagi. Untung Pertamini deket eh Pom mini maksudnya :D. Kudorong motorku dengan sekuat tenaga sampai harus mengeluarkan tenaga dalam karna memang jalan yang nanjak.

"Mang sepuluh ribu ya mang" Ucapku pada yang pemilik pom
"Iya siap de, tapi mau sekarang apa besok" Jawabnya
"ya sekaranglah" Sahutku sambil nada kesal udah cape ngedorong eh malah di bawa bercanda.

Setelah bensinnya terisi kini ku grung grungkan motor bututku lagi. Sekarang gak lupa injek gigi biar maju tapi bukan gigimu loh. Setelah melewati berbagi rintangan dari tanjakan, turunan, melewati sawah sawah yang sudah berganti jadi kebun akhirnya sampai juga. ya di ccurug cimanganten.

Curug ini tempatku menyendiri dengan keadaan alam yang sangat indah di tambah hawa sejuk pegunungan. Niatku kesini mencoba mencari ide ide di tulisanku berharap wangsit menyelinap kedalam fikiranku.Bukan berniat untuk cari batu akik ya.
Kumencoba mandi dan cuci muka di curug ini airnya yang jernih memaksaku untuk turun merasakan betapa indahnya curug ini. kesejukan disini memaksaku tak bisa minggat dari tempat ini, tempat yang membawa sejuta arti bagiku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar